Terkait dirimu, saya lebih baik mengalami disonansi kognitif
Menganggapmu buruk, jahat, negatif
Saya juga lebih baik membentuk reaksi
Memukulimu, hingga perasaan ini mati
Saung Gintung D12
2012/01/11
2012/01/10
Menunda
Zaman sekarang ini, kita-kita maunya langsung ada
Saung Gintung D12
Tidak lagi kenal menunda
Padahal semua tahu
Sabar itu bisa semanis madu
Bukan menunda pekerjaan
(Karena yang itu jeleknya tak karuan)
Bukan pula menunda mulainya tulisan
Menunda yang ini sebenarnya lebih mengasyikkan
Ialah menunda kepuasan
Atau istilah bekennya, delay
of gratification
Menunda kepuasan di masa ini
Seperti menahan kuda untuk makan pion
Kegagalan menunda ini terasa dimana-mana
Terutama di kehidupan orang sebaya saya
Coba lihat saja bagaimana kita-kita
Berhubungan seks sebelum masanya
Perilaku ini saya tengarai
Terjadi karena kegagalan kita-kita
Untuk menunda nikmat yang terurai
Dari mimpi-mimpi nikmatnya masa dewasa
Lain lagi soal permainan
Kegagalan menahan kepuasan
Berakibat keinginan menang instan
Maka dipakailah steriod, morfin, dan segala rangsangan
Dan ya, kasus yang sama
Juga lazim adanya
Pada permainan di dunia maya
Dimana kode curang adalah sebuah cara
Kasus selanjutnya
Benar-benar terjadi pada saya
Sebagai pelaku niaga pemula
Saya ingin semua langsung ada
Ingin pesanan terus menggarang
Ingin keuntungan datang berulang
Ingin usaha langsung jadi uang
Ingin Pertolongan segera datang
Hasilnya?
Tidak usah ditanya
Saya merasa sangat gagal
Kehilangan semangat; terpuruk mental
Padahal, asal kita semua tahu saja
Ingin cepat makmur
Membuat bisnis ‘pengganda harta’
Tumbuh amat subur
Dan asal kita semua tahu saja
Sudah dibuktikan peneltian
Bahwa anak yang gagal menunda
Tumbuh jadi penjahat di hari kemudianSaung Gintung D12
2011/11/21
Sebelum Terlambat
Kau sangat hebat
Kau luar biasa
Kau juga kuat
Dan kau sangat berjasa
Ya, aku ingin selalu bisa memujimu
Memujimu, memujamu
Dengan seluruh kebesaran hatiku
Dengan jiwa dan ragaku
Sebelum semuanya terlambat
Sebelum kau hilang dari pandangan
Sebelum kau tak lagi terlihat
Sebelum kau tinggal angan
Karena,
Seperti kata orang
Semuanya baik setelah menghilang
Gedung H Lantai 3, Fakultas Psikologi UI
Kau luar biasa
Kau juga kuat
Dan kau sangat berjasa
Ya, aku ingin selalu bisa memujimu
Memujimu, memujamu
Dengan seluruh kebesaran hatiku
Dengan jiwa dan ragaku
Sebelum semuanya terlambat
Sebelum kau hilang dari pandangan
Sebelum kau tak lagi terlihat
Sebelum kau tinggal angan
Karena,
Seperti kata orang
Semuanya baik setelah menghilang
Gedung H Lantai 3, Fakultas Psikologi UI
2011/11/20
Tentang 'Ada Pada'
Ada tujuh jenis rima di blog semesterima
Ketujuh-tujuhnya punya arti yang berlainan
Ini adalah bentuk kekuasaan saya
Dan saya akan jelaskan mengapa demikian
Jenis pertama adalah pengumuman
Sesuai nama,
Jenis ini bukan berisi pemikiran, jangankan keindahan
Hanya agar semua tahu semua
Jenis selanjutnya bernama sastra
Juga sesuai nama,
Ia berisi keindahan
Namun, semua itu tergantung 'kan?
Ada pula kebalikan darinya
Ia dinamakan nonsastra
Ia tidak berisi keindahan
Hanya luapan pikiran
Tiga jenis ini adalah induk
Dari jenis lain yang juga diciduk
Mereka adalah cinta
Acak
Absurd
Dan hidup
Mereka bisa berdiri sendiri
Biasa pula bertetangga
Seperti hidup mandiri,
Kemungkinan mereka tak berhingga
Cinta bicara cinta ketika sendiri
Ketika acak menemaninya,
Ia bisa jadi tidak kokoh, konyol, lucu tak terperi
Dalam hal ini, acak membuat kata cinta tidak terduga!
Atau hubungan absurd dengan hidup
Makna hidup menjadi tidak jelas, kabur
Memahaminya tidak perlu pengetahuan yang cukup
Karena absurd sifatnya menghibur
Pemberian maaf selalu diterima
Untuk setiap rima buruk yang disedia
Saung Gintung D12
ada yang tahu ini artinya apa?
2011/11/19
Saya Tidak Mau
Saya tidak mau menjadi yang kamu mau
Karena saya takut, kamu hanya jatuh cinta pada diri yang itu
Saung Gintung D12
Perjalanan Puja-Puji (ditulis bersama @seswarara)
Aih.. Puja-puji mudah diraih. Lebih sulit hindari pamrih!
Ketika puji diraih tak terasa kaki pun telah tak lagi berpijak di bumi.
Dan iapun pergi. Tinggalkan bumi. Tak pernah kembali. Pergi jauh, dan tinggi sekali
Dan saat langit menolaknya, Ia jatuh menghantam keras bumi yangg ikut menolaknya.
Ia tidak mengerti. Ia tak tahu apa yang sedang terjadi. Semua baik saja sebelum ini.
Ternyata ia membutakan matanya, menulikan telinganya, mematikan perasaannya.
Menghentikan denyut nadinya. Menahan detak jantungnya. Menyempitkan jalan napasnya. Ia kemudian sadar, jarum jam meniru dirinya!
Mungkin waktu seperti dirinya, tapi ia bukan sang waktu. Sekeras apapun ia berusaha, ia tak bisa menentukan apapun.
Ia kemudian marah. ia meradang. kehilangan arah. dan iapun menghilang.
Saung Gintung D12
Ketika puji diraih tak terasa kaki pun telah tak lagi berpijak di bumi.
Dan iapun pergi. Tinggalkan bumi. Tak pernah kembali. Pergi jauh, dan tinggi sekali
Dan saat langit menolaknya, Ia jatuh menghantam keras bumi yangg ikut menolaknya.
Ia tidak mengerti. Ia tak tahu apa yang sedang terjadi. Semua baik saja sebelum ini.
Ternyata ia membutakan matanya, menulikan telinganya, mematikan perasaannya.
Menghentikan denyut nadinya. Menahan detak jantungnya. Menyempitkan jalan napasnya. Ia kemudian sadar, jarum jam meniru dirinya!
Mungkin waktu seperti dirinya, tapi ia bukan sang waktu. Sekeras apapun ia berusaha, ia tak bisa menentukan apapun.
Ia kemudian marah. ia meradang. kehilangan arah. dan iapun menghilang.
Saung Gintung D12
Langganan:
Postingan (Atom)