2013/10/21

Seniman dan Anjingnya

Ada sebuah cerita
Tentang pria paruh baya dan anjingnya
Pria itu mau berusia lima lima
Anjingnya juga sudah tua

Pria ini seorang seniman
Karyanya banyak diliput koran
Salah satunya pernah disebut sebagai "Karya Sepanjang Zaman"
Oh, dan rumahnya dikunjungi banyak wisatawan
(baik lokal maupun wisman)

Sekilas si anjing terlihat seperti Alaskan Malamute
Dengan senyum anjing Samoyed yang perlente
Ia tidak galak, namun tegas tak bertele-tele
Ia sangat  mengenal tuannya hingga hal yang sepele

Seniman dan anjingnya suka berjalan-jalan
Pagi atau sore, jauh atau sekedar ke depan

Seniman dan anjingnya sangat serasi
Rambut tuannya beruban, bulu anjingnya putih

Dan suatu hari
Anjingnya terpaksa mati
Seniman hanya diam berdiri
Karena itu perintah dari petinggi

"Ruang Sosial"

2013/05/06

Hidup

Hidup ini indah
Jika kita hanya menyerah
Tidak ngoyo
Lalu menjalaninya separo-separo

Saung Gintung D12

Pikiran

Sungguh memilukan
Sebagian dari generasiku
Yang punya jalan pikiran
Seperti orang dulu

Saung Gintung D12

2013/04/10

Kanker*

Pergilah
Oh, tolong ambilkan minum sekalian
Karena bibirku seperti terkena sariawan
Panggilkan juga Bibi Meri
Bantu ia mengemasi barang-barangku di lemari
(Kuburlah aku dalam warna perak seperti belati!)
Hei, meskipun sudah begini
Aku tidak akan mau kau ciumi!
..Karena meninggalkanmu adalah bagian tersulit dari semua ini

Pergilah
Kau tak akan tahan melihatku
Semua rambut di tubuhku telah rontok
Lihatlah betapa malangnya diriku!
Aku tidak akan menikah; Nasibku sudah mentok!

Bagimu, aku mungkin terlihat baik-baik saja,
Hentikanlah,
Karena di dalam, aku sedang menghitung hari..
Dengarlah, aku tidak akan kuat
Jadi, dengarkanlah wahai sahabat

Jika kau ingin mengucapkan selamat tinggal
Kuharap itu yang tertulus dan tidak asal

..Karena meninggalkanmu adalah bagian tersulit dari semua ini
 Kosan Adi

*Disadur dari Cancer oleh My Chemical Romance

Tertunda

Keadaan sekarang sunyi sekali
Oh tidak, lebih tepatnya "sepi"
Sekarang bukan saatnya meributkan hal ini
Karena di sini saya cuma sendiri

Muncul beberapa gagasan di kepala saya
Tapi kemudian saya lupa,
Karena ingatan saya buruk sekali
Mirip-mirip ikan mas koki

Akhirnya saya memilih untuk berlari di sepanjang lorong
Dari ujung ini ke ujung di sana
Tidak jelas apa tujuannya
Saya ingin berlari saja

Lalu saya kembali ke tempat saya tadi bengong
Sekarang sudah waktunya pulang, pikir saya
Tapi niatan saya seperti tertunda
Dari arah belakang saya, seperti ada yang berkata

"Tunggu dulu.."

Perpustakaan

2013/03/30

Pizza

Mau pizza,
tapi Itali bukan Amerika

Saung Gintung D12

2013/03/19

Cita-Cita Sita

Ini cerita tentang seorang karyawati bernama Sita
yang kerja di tempat jual baju palsu di ITC Mangga Dua
Sita mau bisa kayak mbak-mbak Giordano yang melegenda
yang nawarin barang pake kaka-kaka

Sita berusaha niru semua gaya mbak-mbak Giordano
Dari mulai rambut, make-up, sampe setelan torso
Sita juga pake kaka-kaka pas nawarin barang
"Levis-nya kaka.., Hamer-nya kaka," sampe suaranya hilang

Sita nggak peduli gaya; dia lagi sibuk ngejar cita-cita
Mulia

Akhirnya Sita dipecat
Kata bosnya yang Padang: "pelanggan indak suko!"
Ya sudah, Sita pergi cepat-cepat
karena ini artinya dia bisa kerja di Giordano!

Kontrakan

2013/03/14

Azri

Azri adalah pemuda pecinta lingkungan
Kebetulan juga seorang ilmuwan
Dia suka menanam tanaman
Katanya, "Semua ini untuk masa depan"

Azri ingin menanam duku asli Sumatera Selatan
Ia membeli bibitnya melalui seorang teman
Di perjalanan Azri terhenti karena melihat tulisan,
sebuah pepatah Cina yang mengatakan:

Waktu terbaik untuk menanam pohon adalah dua puluh tahun lalu; Waktu terbaik kedua, adalah, mulailah hari ini.

Azri tertegun, wajahnya mendadak tampan
Ia terpikir ilmunya harus diterapkan
Jadi Azri pulang ke rumah lalu ke kamar depan
untuk dijadikan tempatnya melakukan pekerjaan

Azri ingin yang terbaik, seperti makan menggunakan tangan kanan
Jadilah sebuah mesin waktu ia ciptakan
Dengan ini sekarang ia bisa berjalan-jalan
Ke dua puluh tahun yang lalu, untuk menanam si pohon impian

Kanlam

2013/03/11

Waktu

Wahai meja-meja
Sampaikanlah salamku
Pada orang-orang di sana
Yang merasa dirinya punya banyak waktu

H3

Sajak Cinta Yang Andai Saja

Dia sedang tidur bersandar
Di pintu mobil yang roda-rodanya berputar
Matanya memejam,
kepalanya membayangkan sesuatu yang agak kejam

Dia mulai dengan mengingat kekasihnya
Teringat wajahnya, tawanya, semuanya
Semuanya begitu sempurna
Tapi ada sesuatu di benaknya

Bagaimana jika,
jauh di luar sana
Ada seorang pria
yang begitu mencintainya?

Bagaimana jika si pria
melihat dia dan kekasihnya
bahagia
Padahal ia menangis dalam dada

Bagaimana jika
ternyata
Si pria mencintai kekasihnya
lebih dalam dari dia

Akankah nanti si pria
Setelah dia dan kekasihnya
Sudah tak ada apa-apa
Meminangnya?

Dia mulai gulana
Teringat lagi dia pada kekasihnya
Ingatannya menerawang ke masa-masa
di mana ia menyia-nyia

Dia mulai gulana
"Semua masih baik-baik saja"
pikirnya
Pintu mobil tiba-tiba terbuka

H3

2013/03/08

Sejak 2010

Pas dia masih baru
Gua suka ngeliatin leptop orang, ada juga nggak yang kayak gitu
Sempet diisi game berat juga dia masih mau
Biar ujung-ujungnya forced close gara-gara memori kurang mampu
Haha, hebat juga dia nggak malu

H3

Perempuan Dalam Mimpi

Saya lihat dia berjalan ke sana kemari
Wajahnya merah seperti selesai menari
Bukan malu bukan habis dipuji
Dia sepertinya sedang marah sekali

Dia masih berjalan ke sana kemari
Menggerutu pada setiap orang yang ditemui
Tapi saya akhirnya mengerti
Katanya "Duh, bentar lagi gue mati!"

H3

2013/01/03

Judul

Tidak ada yang lebih membahagiakan
Dari tahu bahwa kita dicintai
(Tidak ada rima; salahkanlah cinta)

Saung Gintung D12

2013/01/01

Tidak Peduli

Ingin rasanya
Sekali saja
Saya jadi
Tidak peduli

Bebaskan diri
Dari keharusan
Untuk menjalani
Segala urusan

Tapi siapa saya
Bukan orang kaya
Apalagi Raja
Yang bisa sesukanya

Mungkin saya bisa
Jadi tidak peduli
Tapi hanya ada
Dalam diri sendiri

Saung Gintung D12

Tidak Dijudulkan

I
Bermula tahun dua ribu sebelas
Rima di sini ada sembilan
Keinginan menulis masih pelan
Isinya juga kalah kelas

Tahun dua ribu dua belas
Jumlah rima di sini hanya bertambah tiga belas
Angka itu menunjukkan dengan jelas
Penulisnya masih sangat, sangat malas

Sekarang tahun dua ribu tiga belas
Entah rimanya bertambah berapa belas
Saya juga tidak membuat batas
Semoga saja jumlahnya naik ke atas

II
Sudah seperti apa perkembangan rima di sini?
Tampaknya tidak banyak yang bisa dibanggakan
Miskin masih jadi representasi dari pilihan diksi
Efeknya kepada pemirsa juga tidak signifikan

III
Saya orang yang mudah lupa
Kelemahan yang fatal buat penulis rima
Satu masa terpikir kata-kata brilian
Tak lama setelahnya seperti hilang ingatan

Untuk itulah rima ini dibuat tiga bagian
Dimana masing-masingnya tidak beraturan
Tapi masih berhubungan,
Ya kan?

Saung Gintung D12

Halo, Saya Kembali!

Halo, saya kembali
Sudah lama sekali tidak main ke sini
Menulis rima sambil haha-hihi
Mengungkapkan perasaan biar tidak mati

Tidak ada
Itu mungkin jawabannya
Untuk apa?
Orang-orang yang merindukan (rima-rima) saya

Ah sudahlah
Memikirkan yang tidak ada membuat gerah
Tapi bukan artinya saya menyerah
Bersiaplah..

Rima-rima saya akan terus datang, dan melimpah!

Saung Gintung D12