2011/11/21

Sebelum Terlambat

Kau sangat hebat
Kau luar biasa
Kau juga kuat
Dan kau sangat berjasa

Ya, aku ingin selalu bisa memujimu
Memujimu, memujamu
Dengan seluruh kebesaran hatiku
Dengan jiwa dan ragaku

Sebelum semuanya terlambat
Sebelum kau hilang dari pandangan
Sebelum kau tak lagi terlihat
Sebelum kau tinggal angan

Karena,
Seperti kata orang
Semuanya baik setelah menghilang

Gedung H Lantai 3, Fakultas Psikologi UI

2011/11/20

Tentang 'Ada Pada'

Ada tujuh jenis rima di blog semesterima
Ketujuh-tujuhnya punya arti yang berlainan
Ini adalah bentuk kekuasaan saya
Dan saya akan jelaskan mengapa demikian

Jenis pertama adalah pengumuman
Sesuai nama,
Jenis ini bukan berisi pemikiran, jangankan keindahan
Hanya agar semua tahu semua

Jenis selanjutnya bernama sastra
Juga sesuai nama,
Ia berisi keindahan
Namun, semua itu tergantung 'kan?

Ada pula kebalikan darinya
Ia dinamakan nonsastra
Ia tidak berisi keindahan
Hanya luapan pikiran

Tiga jenis ini adalah induk
Dari jenis lain yang juga diciduk

Mereka adalah cinta
Acak
Absurd
Dan hidup

Mereka bisa berdiri sendiri
Biasa pula bertetangga
Seperti hidup mandiri,
Kemungkinan mereka tak berhingga

Cinta bicara cinta ketika sendiri
Ketika acak menemaninya,
Ia bisa jadi tidak kokoh, konyol, lucu tak terperi
Dalam hal ini, acak membuat kata cinta tidak terduga!

Atau hubungan absurd dengan hidup
Makna hidup menjadi tidak jelas, kabur
Memahaminya tidak perlu pengetahuan yang cukup
Karena absurd sifatnya menghibur

Pemberian maaf selalu diterima
Untuk setiap rima buruk yang disedia

Saung Gintung D12
ada yang tahu ini artinya apa?

2011/11/19

Saya Tidak Mau

Saya tidak mau menjadi yang kamu mau
Karena saya takut, kamu hanya jatuh cinta pada diri yang itu

Saung Gintung D12

Perjalanan Puja-Puji (ditulis bersama @seswarara)

Aih.. Puja-puji mudah diraih. Lebih sulit hindari pamrih!
Ketika puji diraih tak terasa kaki pun telah tak lagi berpijak di bumi.
Dan iapun pergi. Tinggalkan bumi. Tak pernah kembali. Pergi jauh, dan tinggi sekali
Dan saat langit menolaknya, Ia jatuh menghantam keras bumi yangg ikut menolaknya.
Ia tidak mengerti. Ia tak tahu apa yang sedang terjadi. Semua baik saja sebelum ini.
Ternyata ia membutakan matanya, menulikan telinganya, mematikan perasaannya.
Menghentikan denyut nadinya. Menahan detak jantungnya. Menyempitkan jalan napasnya. Ia kemudian sadar, jarum jam meniru dirinya!
Mungkin waktu seperti dirinya, tapi ia bukan sang waktu. Sekeras apapun ia berusaha, ia tak bisa menentukan apapun.
Ia kemudian marah. ia meradang. kehilangan arah. dan iapun menghilang.


Saung Gintung D12

2011/11/17

Berpikir Ketika Merima

Berpikir ketika merima
Bagai setan merindu surga

Membuat rima dengan terpaksa
Tidak pernah seenak laksa
Tanpa menyadari apa yang dirasa
Mustahil buat rima yang sempurna

Untuk teman-teman di luar sana
Yang mungkin juga coba merima

Jangan biarkan pikiran menguasai kita!

Saung Gintung D12

2011/11/16

Disiplinkan Diri Dengan Rima

Kembali bertemu dengan saya
Di postingan blog semesterima
Kali ini saya punya ide sederhana
Namun diharap manfaatnya berjuta

Mulai malam ini saya mencoba
Membuat setiap malamnya
Satu posting rima
Di blog semesterima

Seperti sudah dikata
Idenya memang sederhana
Namun, juga sudah dikata
Tujuannya disiplinkan diri saya

Saya tak ingin hidup menjadi sia
Hanya karena selalu alpa
Mengejar cita-cita mulia
Menjadi penulis ternama


Saung Gintung D12

2011/11/06

Kira-Kira, Inilah Bagaimana Pelukis Merasa

main game
'main game'
main 'game'
'main' game


Saung Gintung D12
(sumber)

2011/11/05

Abang Baplang

Abang-abang kalo kumisan baplang
Gak pantes kalo cuma kutang
Biasanya rambut sampe sepinggang
Terus main warnetnya ngutang

Saung Gintung D12